Semua akan ada masanya...
Alhamdulillah merasakan hidup yang lengkap bersamamu..Semoga Allah menjaga cinta kita sampai ke syurga bersama anak - anak keturunan kita dan keluarga kita
Rabu, 03 Januari 2018
Rabu, 14 Juni 2017
PESONA PADA PANDANGAN PERTAMA
Dulu
ketika duduk di bangku SMA, saya pernah
punya mimpi untuk berjelajah di semua penjuru Indonesia. Saat lulus kuliah dan bekerja menjadi
fasilitator Pendidikan anak usia dini tepatnya di tahun 2009, keinginan itu
muncul kembali. Pemicunya adalah bertemu dengan teman- teman dari Lombok dan
Sumbawa yang kebetulan juga menjadi peserta pelatihan di Hotel Grand Wahid Solo Jawa Tengah.
Mereka
banyak bercerita tentang keindahana wisata di Lombok dengan pantai putihnya.
Pantai Senggigi, kemudian tentang 3 Gili yang terkenal di sana. Obsesiku
semakin menggebu – nggebu ingin ke sana.
Kala itu mereka tidak bercerita tentang PESONA SERIBU MASJID yang ada di sana.
Sehingga yang ada dalam bayanganku kala itu adalah pantai Senggigi dan 3 Gili.
Mimpi
itu terus terpatri. Berharap suatu saat aku bisa kesana. Sampai akhirnya di
tahun 2016 aku diterima bekerja di BPMPKB (Badan Pemberdayaan Masyarakat,
Perempuan dan Keluarga Berencana) Kabupaten Rembang. Ternyata Melalui Kantor
itu, Tuhan mewujudkan mimpiku. Tepatnya di Bidang PSDA, TTG(Pemberdayaan Sumber
Daya Alam, Teknologi Tepat Guna). Di bidang itu ada program pameran teknologi
tepat guna tingkat nasional yang dilaksanakan di Mataram NTB.
Awal
November perjalanan ke Mataram di mulai. Pelaksanaan kegiatan selama 4 hari. Di
tengah – tengah kegiatan itu saya
beserta rombongan bisa berjalan – jalan menikmati keindahan Lombok. Selain dari
indahnya panorama lombok, yang paling membuat saya takjub adalah Masjid Islamic
Center yang megah. Warna lampu yang menerangi kubah – kubah dan tiang penyangga yang bisa berganti – ganti warna di malam hari. Keindahan Masjid itu
membuatku terhipnotis dan tidak ingin beranjak pergi.
Kebetulan
saat itu kegiatan pameran berada tidak jauh dari Masjid Islamic Center.
Beruntung saya bisa memiliki kesempatan untuk bisa sholat magrib dan isyak di
masjid tersebut. Ada
beberapa bagian masjid yang depan dalam taraf pembangunan waktu itu. Tetapi tidak mengurangi
keindahan dan kemegahan masjid Islamic Center.
Sejenak
berdiam di masjid sembari membayangkan betapa syahdu nya ketika menikmati
suasana Ramadhan di sana. Tapi sayang sekali kesempatan disana tidak bertepatan
dengan bulan Ramadhan. Masjid bisa ditemui dimana – mana. Bahkan di Gili
Trawangan yang bukan di tengah – tengah kota terdapat Masjid yang bagus dan
representatif untuk melaksanakan sholat dan lain – lain.
Kabupaten
Rembang Jawa Tengah tempat saya berdomisili, ketika ramadhan tiba suasana masjid sangat ramai
dan meriah. Full tilawatil Qur,an, baik tua ataupun muda berbondong – bondong
mengaji serta ada yang datang untuk mendengarkan pengajian dari ustad atau kyai
baik yang asli dari daerah sendiri atau pun yang didatangkan dari luar daerah.
Apalagi di Lombok Sumbawa yang
terkenal dengan PESONA SERIBU MASJID.
Ingin
rasanya kembali ke Lombok Sumbawa untuk menikmati semarak Ramadhan, semarak
bulan suci. Ingin bisa sholat tarawih dan mengkaji islam di Masjid Islamic
Center. Apalagi banyak di datangkan Imam – imam besar dari luar Indonesia untuk menyemarakkan kegiatan
Ramdhan di NTB. Berharap suatu saat nanti bias ke sana lagi bertepatan dengan
bulan ramadhan. Bisa menimba ilmu dan mendalami ayat – ayat Tuhan melalui
panorama wisata di sana. Keindahan dan PESONA SERIBU MASJID yang ada di sana
benar – benar Maha Karya Tuhan yang harus membuat kita makin banyak bersyukur
serta menjadi kewajiban melestarikan segala sesuatu nya di sana.
Senin, 05 Juni 2017
Kamis, 02 Juni 2016
Sepenggal puisi untuk Husna
Sepenggal Puisi Untuk Husna
#30HariMenulis# Hari ke-3
Kau hadir membawa selaksa semangat untuk Bunda
Kau sahabat kecil yang menjadi separuh jiwa
Denganmu hidup ini menjadi penuh arti
Denganmu jiwa ini tersemangati
Husna...
Darimu bunda belajar tentang makna tulus
Darimu bunda lebih memahami makna hidup
Darimu bunda menjadi lebih sempurna
Maafkan jika bunda tidak bisa memberi semua hal yang kau ingin
Maafkan jika bunda tidak bisa setiap waktu disampingmu
Semoga kelak kau akan memahaminya
Karena kau terlahir dengan rasa pengertian yg luar biasa
Sungguh, kau adalah hadiah terindah dari Tuhan
Bidadari kecil pembawa kegembiraan dan keceriaan
#30HariMenulis# Hari ke-3
Kau hadir membawa selaksa semangat untuk Bunda
Kau sahabat kecil yang menjadi separuh jiwa
Denganmu hidup ini menjadi penuh arti
Denganmu jiwa ini tersemangati
Husna...
Darimu bunda belajar tentang makna tulus
Darimu bunda lebih memahami makna hidup
Darimu bunda menjadi lebih sempurna
Maafkan jika bunda tidak bisa memberi semua hal yang kau ingin
Maafkan jika bunda tidak bisa setiap waktu disampingmu
Semoga kelak kau akan memahaminya
Karena kau terlahir dengan rasa pengertian yg luar biasa
Sungguh, kau adalah hadiah terindah dari Tuhan
Bidadari kecil pembawa kegembiraan dan keceriaan
Senin, 08 Juni 2015
#30harimenulis : AZZARIAT BERKISAH....
Mencoba ikut tantangan #30harimenulis, meski sudah telat banyak nich, karena mulainya tanggal 1. Mencoba memulai di hari ke 8, angka yang menurutku yang paling istiqomah karena diletakkan dengan posisi apapun tetap berbentuk angka delapan, hehe.....
Perkenalkan kawan, namaku Azzariat. Begitulah ia memanggilku. Aku adalah motor Supra X 125 warna dominan merah yang dibelinya Desember 2011 silam, aku lupa tanggalnya. Aneh ya, motor aja dikasih nama. Tapi, begitulah ia. Semua barangnya hampir di kasih nama semua. Sampai semua teman-teman kerjanya hafal namaku lho...keren kan aku....Sudah hampir 4 tahun aku menemaninya kemana-mana. Bahkan aku menjadi teman curhatnya saat dalam perjalanan bersamanya. Aku mengenalnya sebagai sosok yang mandiri. Meski kadang dulu aku juga sebel karena terkadang dia meneteskan air mata saat menggendaraiku. Cengeng juga sich temenku satu ini.
Seru juga menemaninya berkeliling dari satu desa ke desa yang lain. Paling sebel kalau jalanan becek di saat musim penghujan. Apalagi rumahnya yang pelosok, jadi membuat tampilanku amburadul. Pengen teriak agar aku di mandiin dulu sebelum masuk rumah. terasa gimana gitu masuk rumah dengan tampilan belepotan tanah. Tapi dia mah gitu, kalau sudah sampai rumah aku ga di urusin. Kesel dan jengkel juga.
Paginya, kekesalanku hilang setelah dia minta maaf sambil mengelap bagian kepalaku. Lalu dia janji akan memandikanku nanti karena maklum lah rumahnya kan ga ada tempat pencucian sepeda motor. Mau nyuci sendiri juga capek.
Perjalanan terjauhku yang pernah ku tempuh bersamanya adalah Semarang. Waktu itu dia bersama adiknya. Pertama kali ke Semarang dan pertama kali aku terluka parah. Karena aku ditabarak sama motor lain. Sampai yang nabarak patah tulang kakinya. Untungnya dia dan adiknya tidak apa-apa. Aku sempat opname 1 hari. Jeleknya dia itu susah move on dari trauma. Hampir 2 tahun dia masih trauma dengan per empatan jalan, karena watu itu kami tabrakan di perempatan jalan....Ehmmmmm....Ya, begitulah dia, pernah juga kunciku ditinggal di parkiran saat di pasar johar, untung saja belum ada pencuri...suka pikun mah dia tuh....
Apalah-apalah pokoknya menemani hari-hariku dengannya, yang pasti dia itu penyanyang, aku bisa ngrasain rasa sayangnya ke aku...meski dia agak pikun, susah move on dan kadang suka telatan akhirnya ngebut dech,..Apapun adanya dia, aku tetap sayang dengannya.
Mencoba ikut tantangan #30harimenulis, meski sudah telat banyak nich, karena mulainya tanggal 1. Mencoba memulai di hari ke 8, angka yang menurutku yang paling istiqomah karena diletakkan dengan posisi apapun tetap berbentuk angka delapan, hehe.....
Perkenalkan kawan, namaku Azzariat. Begitulah ia memanggilku. Aku adalah motor Supra X 125 warna dominan merah yang dibelinya Desember 2011 silam, aku lupa tanggalnya. Aneh ya, motor aja dikasih nama. Tapi, begitulah ia. Semua barangnya hampir di kasih nama semua. Sampai semua teman-teman kerjanya hafal namaku lho...keren kan aku....Sudah hampir 4 tahun aku menemaninya kemana-mana. Bahkan aku menjadi teman curhatnya saat dalam perjalanan bersamanya. Aku mengenalnya sebagai sosok yang mandiri. Meski kadang dulu aku juga sebel karena terkadang dia meneteskan air mata saat menggendaraiku. Cengeng juga sich temenku satu ini.
Seru juga menemaninya berkeliling dari satu desa ke desa yang lain. Paling sebel kalau jalanan becek di saat musim penghujan. Apalagi rumahnya yang pelosok, jadi membuat tampilanku amburadul. Pengen teriak agar aku di mandiin dulu sebelum masuk rumah. terasa gimana gitu masuk rumah dengan tampilan belepotan tanah. Tapi dia mah gitu, kalau sudah sampai rumah aku ga di urusin. Kesel dan jengkel juga.
Paginya, kekesalanku hilang setelah dia minta maaf sambil mengelap bagian kepalaku. Lalu dia janji akan memandikanku nanti karena maklum lah rumahnya kan ga ada tempat pencucian sepeda motor. Mau nyuci sendiri juga capek.
Perjalanan terjauhku yang pernah ku tempuh bersamanya adalah Semarang. Waktu itu dia bersama adiknya. Pertama kali ke Semarang dan pertama kali aku terluka parah. Karena aku ditabarak sama motor lain. Sampai yang nabarak patah tulang kakinya. Untungnya dia dan adiknya tidak apa-apa. Aku sempat opname 1 hari. Jeleknya dia itu susah move on dari trauma. Hampir 2 tahun dia masih trauma dengan per empatan jalan, karena watu itu kami tabrakan di perempatan jalan....Ehmmmmm....Ya, begitulah dia, pernah juga kunciku ditinggal di parkiran saat di pasar johar, untung saja belum ada pencuri...suka pikun mah dia tuh....
Apalah-apalah pokoknya menemani hari-hariku dengannya, yang pasti dia itu penyanyang, aku bisa ngrasain rasa sayangnya ke aku...meski dia agak pikun, susah move on dan kadang suka telatan akhirnya ngebut dech,..Apapun adanya dia, aku tetap sayang dengannya.
Kamis, 14 Mei 2015
ULAT BULU DAN LEBAH
ULAT
BULU DAN LEBAH
OLEH
PUJI LESTARI AZZAHRA
Wiiiiingggg....”Suara Bio si lebah cerewet.” Gumam pino
si ulat bulu. Ia malas sekali ketika ada si lebah cerewet yang datang pada
setangkai bunga tempat ia bersantai. Ia paling malas kalau diceramahi disuruh
banyak makan. Karena badannya sudah terasa gendut. Ia malu di ejek teman-temanya.
Apalagi sekarang ia dapat julukan si gendut berbulu lebat dan lamban berjalan.
Ia pun pura-pura tertidur. Ia membiarkan Bio hinggap di
mahkota bunga cantik itu.
“ Hai, Pino,” sapa Bio.
“ Malas sekali kau, jam segini masih tidur.” Ia
mendekatkan dirinya pada Pino.
Pino pun jengkel. Ia bergerak pindah ke bawah dahan. Bio
pun mengikuti Pino.
“ Pin, janganlah kau marah. Ayo makan. Jangan pantang
makan dan tidur terus.” Kata Bio. Ia pun hinggap di bunga Mawar yang sudah
nampak mekar penuh.
“ Apa urusanmu!” Jawab Pino sewot.
“ Pin, aku kan temanmu. Aku ga mau kamu sakit gara-gara
diet gak mau makan.” Jawab Bio di atas mekarnya bunga mawar.
“ Aku bersyukur kalau ulat jelek itu ga mau makan.
Daun-daunku jadi utuh semua. Biarkan aja. Dia juga sudah gendut kok. Dengan dia
tidak makan, itu sangat menguntungkan bagiku.” Celetuk Mawar.
Pino hanya diam tidak menyahut. Dari kejauhan terlihat Polo
si ulat tanpa bulu naik di dahan bunga matahari. Letaknya tak jauh dari tempat
Pino menempelkan badannya. Ulat itu terlihat sangat lapar. Ia pun mulai melahap
daun-daun bunga matahari itu. Ia juga bertubuh gemuk. Tampaknya ia makan banyak.
Kemudian mulai tertidur di ujung dahan dekat daun yang telah dimakannya.
Tampaknya ia juga tak mau menyapa Pino. Apalagi Lebah.
“ Tu, lihat temanmu. Meski gendut, dia tetep makan kok.”
Ucap Bio sambil berlalu meninggalkan Pino yang hanya terdiam tanpa kata.
Pino pun tidak menghiraukan kata-kata Bio. Pokoknya ia
ingin kembali langsing.Ia tidak mau di ejek-ejek lagi. Dia memutuskan untuk
puasa tidak makan sampai ia langsing kembali.
Hari demi hari berganti. Sampai sudah beberapa minggu. Ia
melihat temannya sudah berubah menjadi kepompong. Ia juga merasakan perubahan
tubuhnya. Ia terlihat kurus. Perutnya juga terasa lapar. Tapi, Ia tak bisa
berbuat apa-apa. Karena tubuhnya juga sudah mulai berubah menjadi kepompong.
Pino pun terbangun. Ia tidak tahu sudah berapa lama ia
tertidur selama menjadi kepongpong. Sekarang tubuhnya sudah berubah. Ia punya
sayap yang kecil. Warna juga tidak menarik. Ia juga tidak bisa terbang tinggi
seperti yang lain. Ia melihat si ulat tanpa bulu sudah berubah menjadi kupu-kupu
cantik dengan sayap lebar dan warna-warni. Tubuhnya juga gendut tapi tetap
cantik serta gesit.
Ia hanya bisa terbang rendah. Badannya juga kecil. Ia pun
menyesal tidak mendengarkan pesan Bio. Ia sekarang hanya bisa menerima nasibnya
menjadi kupu-kupu yang kecil dengan sayap-sayap yang tidak sempurna.
Langganan:
Postingan (Atom)
UJIAN MEMBAWA BERKAH
Mulai belajar mencintai tanaman. Menanam dan merawatnya. Mungkin ini adalah kesibukan baruku. Berawal saat covid melanda hingga sekarang. ...
-
Sepenggal Puisi Untuk Husna #30HariMenulis# Hari ke-3 Kau hadir membawa selaksa semangat untuk Bunda Kau sahabat kecil yang menjadi sepa...
-
Salah satu pemandangan taman bunga yang indah, aku tidak tau tepat nya lokasi taman bunga ini karena aku hanya googling saja dan lupa mel...
-
FORUM ANAK REMBANG (FAR) Pada hari ini Sabtu 14 Juli 2018 Forum Anak Kabupaten Rembang melaksanakan kegiatan Penguatan Forum A...

