IMPIANKU PENYEMANGATKU
Mimpi adalah penyemangatku dalam menjalani sisa usia yang masih dikaruniakan Allah untukku. Masih ingat di tahun 2010 aku menulis mimpiku bisa melanjutkan S1 dengan hasil jerih payah sendiri dan tidak merepotkan orang tua. Alhamdulillah di tahun 2012 aku bisa melanjutkan SI di STIKES CENDEKIA UTAMA Kudus dari D3 Keperawatan ke S1 Keperawatan. Berharap mimpi-mimpi yang lain bisa terwujud.
Mimpi juga merupakan cambuk untuk lepas dari kemalasan dan bergerak maju menggapai cita-cita.
Alhamdulillah Iidonesian Hijab Blogger memfasilitasi dan menambah semangat para pemilik mimpi untuk lebih bersemangat meraih mimpinya yang bekerja sama dengan Casa Elana dengan mengadakan Blog Challenge April dengan tema "5 IMPIAN UNTUK 5 TAHUN". Langsung saja 5 impian terbesarku adalah ...
1. Mempunyai Taman Baca Anak
Ini Impianku dalam waktu setahun ini. Aku ingin membuat sanggar taman baca anak yang akan aktif di hari minggu di saat anak-anak libur sekolah. Rencananya di hari minggu itu, anak-anak bisa memaksimalkan liburannya untuk membaca dan akan aku agendakan dengan kegiatan mendongeng serta aktifitas melukis atau mewarnai anak. Karena mendongeng atau bercerita menjadi salah satu kegiatan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral ke anak. Desaku termasuk daerah pelosok. Susah untuk mendapatkan akses buku-buku yang menarik. Selain itu budaya membaca anak-anak disisni juga cukup memprihatinkan. Nah, oleh karena itu aku ingin sekali sanggar taman baca anak ini bisa terealisasi segera.
2. Menjadi Penulis
Ini salah satu mimpi yang belum terwujud. Karena bingung juga untuk memulai. Tapi, di tahun ini aku sudah mulai mencoba untuk mengawali dengan konsen untuk membuat cerita anak dan cerita fabel. Baru latihan sich dan fokus untuk terus belajar nulis. Harapannya aku bisa nerbitin buku. Buku yang menginspirasi dan menjadi sumber kebaikan.
3. Menikah
Impian yang ini semoga tahun ini atau tahun depan bisa terwujud. Bisa membina cinta yang halal. Bersama di dunia dan di syurga bersama pasangan hidup
4.Mempunyai penghasilan per bulan di atas 10 Juta
Malu juga nyantumin ini, tapi gak papa lah ya .... hehe. Karena menurutku ini penting agar aku bisa berbuat banyak hal. bisa membantu keluarga dan orang lain lebih banyak. Mimpi yang ini juga menjadi penunjang terwujudnya mimpi-mimpi yang lain. Tentunya juga bisa beli produk-produk Casa Elana lebih banyak, hehe...
5. Haji atau umroh bersama orang tua dan suami
Pergi ke rumah Allah menjadi cita-cita terbesarku. Apalagi bisa berangkat bersama orang tua dan suami. Semoga bisa terwujud di 5 tahun ke depan.
Mohon doanya ya teman-teman, karean salah satu doa yang mustajab adalah doa saudara yang tidak diketahui oleh saudaranya ....
Demikian mimpiku di 5 tahun ke depan, semoga bisa terwujud semuanya. Semoga teman-teman pembaca juga ya....Ayo yang belum ikutan Indonesian Hijab Blogger segera daftar dan ikutan ya...dijamin banyak manfaatnya, bisa termotivasi untuk nge-blog dan awal untuk berlatih menjadi penulis lho...
Notes: Tulisan ini dalam rangka ikutan Casa Elana For IHB Post Challenge,
www.casaelana-shop.com
indonesian-hijabblogger.com/2015/04/casa-elana-for-ihb-blog-post-challenge/
Minggu, 12 April 2015
Jumat, 10 April 2015
Selasa, 24 Maret 2015
Kado Buat Kak Zahra
Kado Buat Kak Zahra
Oleh Puji Lestari
Zahra duduk termenung di teras rumah. Pagi itu dia ngambek tidak mau berangkat sekolah. Zahra masih TK kecil, umurnya belum genap lima tahun. Zahra tinggal bersama Bunda, Ayah, dan adik tirinya di rumah yang sederhana. Meski Ayah bukan ayah kandungnya, Zahra tetap mendapat kasih sayang yang utuh.
Entah kenapa pagi itu Zahra merasa sedih. Tata, adik tirinya, sedang demam. Badannya menggigil sejak malam hingga pagi ini. Jadi perhatian Ayah dan Bunda tercurah kepada adiknya.
Tadi pagi Bunda dan Ayah membawa adiknya ke dokter. Mereka tidak ingat kalau hari ini Zahra ulang tahun. Ayah dan bunda pergi tanpa mengucapkan dan menjanjikan apapun kepada Zahra.
Tiba- tiba air mata Zahra menetes. Ia sampai tak sadar kalau nenek sudah ada disampingnya.
"Zahra, ayo sekolah, Nak. Sudah jam tujuh lho. Ayo mandi. Biar Nenek antar ke sekolah," ucap Nenek sambil membelai wajah Zahra. Zahra tak berkata apa-apa, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Nek, Bunda tidak sayang lagi padaku ya?" tanya Zahra sambil terisak dan memeluk Nenek.
"Bunda tidak mengucapkan ulang tahun untukku, Nek. Biasanya sebelum Zahra bangun, Bunda sudah membisikkan ucapan selamat ke telinga Zahra," lanjut Zahra. Tangisnya bertambah keras.
Nenek memeluk Zahra. Zahra pasti sedang cemburu pada adiknya.
"Zahra anak sholihah, Bunda tidak lupa. Mungkin hanya belum sempat karena sedang mengurusi Tata yang demam. Zahra jangan menangis lagi ya," ujar Nenek sambil memeluk Zahra.
"Sekarang sekolah, yuk! Kalau sedih terus cantiknya hilang lho," goda Nenek sambil memencet hidung mancung Zahra. Zahra pun tersenyum dan menganggukkan kepala.
Sementara itu di klinik dokter, Tata sudah diperiksa dan diberi obat. Tata yang lemas hanya diam sama dalam gendongan Bunda.
"Bun, kata Kak Zahra, hari ini ulang tahunnya. Tata minta uang untuk belikan boneka buat kak Zahra. Kak Zahra pengen boneka hello kitty yang besar. Boleh ya, Bun," bisik Tata sambil menata penuh harap kepada Ayah dan Bunda.
"Tentu saja boleh. Nanti kita beli sama-sama ya," jawab Ayah sambil mencium kening Tata. Bunda yang terharu, ikut mencium Tata.
Sepulang sekolah, Zahra melukis di rumah. Melukis adalah hobi Zahra. Saking asyiknya melukis, Zahra sampai tidak menyadari kalau Ayah, Bunda dan Tata sudah pulang.
Diam-diam, Ayah masuk ke kamar Zahra. Ayah menutup wajah Zahra dari belakang, "Selamat ulang tahun Zahra, putri Ayah yang cantik. Maaf ya, Ayah telat mengucapkannya," bisik Ayah, lirih.
Zahra pun berbalik dan memeluk Ayah. Bunda dan Tata menyusul mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
"Kak, selamat ulang tahun ya. Semoga Kakak makin sholihah. Ini boneka hello kitty buat kakak," ucap Tata sambil memberikan bungkusan kado kepada Zahra.
"Ayah, Bunda, Dek Tata, terimakasih ya. Zahra juga minta maaf karena Zahra kira semua lupa dengan ulang tahun Zahra," ucap Zahra dengan mata berkaca-kaca.
"Kami tidak lupa kok. Malah tadi Dek Tata juga mengingatkan. Semua sayang Kak Zahra. Iya kan?" ucap Bunda disambut anggukan Ayah dan Tata. Mereka lalu berebutan memeluk Zahra. Zahra gembira sekali.
Oleh Puji Lestari
Zahra duduk termenung di teras rumah. Pagi itu dia ngambek tidak mau berangkat sekolah. Zahra masih TK kecil, umurnya belum genap lima tahun. Zahra tinggal bersama Bunda, Ayah, dan adik tirinya di rumah yang sederhana. Meski Ayah bukan ayah kandungnya, Zahra tetap mendapat kasih sayang yang utuh.
Entah kenapa pagi itu Zahra merasa sedih. Tata, adik tirinya, sedang demam. Badannya menggigil sejak malam hingga pagi ini. Jadi perhatian Ayah dan Bunda tercurah kepada adiknya.
Tadi pagi Bunda dan Ayah membawa adiknya ke dokter. Mereka tidak ingat kalau hari ini Zahra ulang tahun. Ayah dan bunda pergi tanpa mengucapkan dan menjanjikan apapun kepada Zahra.
Tiba- tiba air mata Zahra menetes. Ia sampai tak sadar kalau nenek sudah ada disampingnya.
"Zahra, ayo sekolah, Nak. Sudah jam tujuh lho. Ayo mandi. Biar Nenek antar ke sekolah," ucap Nenek sambil membelai wajah Zahra. Zahra tak berkata apa-apa, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Nek, Bunda tidak sayang lagi padaku ya?" tanya Zahra sambil terisak dan memeluk Nenek.
"Bunda tidak mengucapkan ulang tahun untukku, Nek. Biasanya sebelum Zahra bangun, Bunda sudah membisikkan ucapan selamat ke telinga Zahra," lanjut Zahra. Tangisnya bertambah keras.
Nenek memeluk Zahra. Zahra pasti sedang cemburu pada adiknya.
"Zahra anak sholihah, Bunda tidak lupa. Mungkin hanya belum sempat karena sedang mengurusi Tata yang demam. Zahra jangan menangis lagi ya," ujar Nenek sambil memeluk Zahra.
"Sekarang sekolah, yuk! Kalau sedih terus cantiknya hilang lho," goda Nenek sambil memencet hidung mancung Zahra. Zahra pun tersenyum dan menganggukkan kepala.
Sementara itu di klinik dokter, Tata sudah diperiksa dan diberi obat. Tata yang lemas hanya diam sama dalam gendongan Bunda.
"Bun, kata Kak Zahra, hari ini ulang tahunnya. Tata minta uang untuk belikan boneka buat kak Zahra. Kak Zahra pengen boneka hello kitty yang besar. Boleh ya, Bun," bisik Tata sambil menata penuh harap kepada Ayah dan Bunda.
"Tentu saja boleh. Nanti kita beli sama-sama ya," jawab Ayah sambil mencium kening Tata. Bunda yang terharu, ikut mencium Tata.
Sepulang sekolah, Zahra melukis di rumah. Melukis adalah hobi Zahra. Saking asyiknya melukis, Zahra sampai tidak menyadari kalau Ayah, Bunda dan Tata sudah pulang.
Diam-diam, Ayah masuk ke kamar Zahra. Ayah menutup wajah Zahra dari belakang, "Selamat ulang tahun Zahra, putri Ayah yang cantik. Maaf ya, Ayah telat mengucapkannya," bisik Ayah, lirih.
Zahra pun berbalik dan memeluk Ayah. Bunda dan Tata menyusul mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
"Kak, selamat ulang tahun ya. Semoga Kakak makin sholihah. Ini boneka hello kitty buat kakak," ucap Tata sambil memberikan bungkusan kado kepada Zahra.
"Ayah, Bunda, Dek Tata, terimakasih ya. Zahra juga minta maaf karena Zahra kira semua lupa dengan ulang tahun Zahra," ucap Zahra dengan mata berkaca-kaca.
"Kami tidak lupa kok. Malah tadi Dek Tata juga mengingatkan. Semua sayang Kak Zahra. Iya kan?" ucap Bunda disambut anggukan Ayah dan Tata. Mereka lalu berebutan memeluk Zahra. Zahra gembira sekali.
Sabtu, 14 Maret 2015
Ayam dan Kera yang Baik Hati
Ayam dan Kera yang Baik Hati
Suatu pagi, dua ekor kera kakak ber adik berjalan di tengah hutan. Setelah berjalan cukup jauh, tiba - tiba Kiko si adik berkata, "Kak, aku lapar. Perutku sudah bunyi dari tadi,"
"Kalau begitu kamu tunggu di sini, Ko. Jangan kemana - mana ya,” jawab Koko sang kakak.
Koko pun pergi mencari makanan untuk sarapan mereka berdua. Kiko duduk menunggu di bawah pohon besar. Wajahnya sudah tampak pucat.
Di tengan perjalanan, Koko bertemu dengan seekor ayam kecil yang sedang menangis. Koko mendekati anak ayam itu.
"Kenapa menangis ayam kecil?” tanya Koko.
“Aku kehilangan indukku. Tadi sewaktu kami berjalan-jalan mencari makan, tiba-tiba ada seekor burung elang yang mau memangsa kami. Aku berlari ketakutan lalu terpisah dari indukku," jawab anak ayam yang bernama Acil sambil terisak.
Koko merasa iba melihatnya. "Mari aku bantu menemukan indukmu," kata Koko.
Acil mengangguk. Koko dan Acil menyusuri jalan yang tadi dilewati bersama Acil, induk, dan saudara-saudaranya.
Tepat di tepi sungai yang tak jauh dari tempat Acil dan Koko berada, ada induk ayam memanggil-manggil anaknya yang hilang. Suara induk ayam itu terdengar oleh Koko dan Acil.
"Kau dengan suara Cil?" tanya Koko.
"Iya, itu suara ibuku. Ayo kita ke sana," kata Acil dengan wajah berbinar. Ia berlari mendekati suara induknya.
Saat melihat induknya, Acil berteriak, " Ibu ... aku di sini!"
Induk ayam membalikkan tubuhnya ke arah suara yang memanggilnya. Belum tersadar dari rasa kagetnya, Acil sudah menubruk tubuh induknya itu. Mereka pun berpelukan.
"Ibu, tadi aku diantar oleh Koko Kera. Dia menolongku menemukan Ibu," kata Acil.
"Terima kasih Koko, kau sudah membantu dan menyelamatkan anakku, " ucap induk ayam.
"Sama-sama. Aku permisi dulu. Adikku yang lapar sedang menungguku. Aku belum menemukan satu makanan pun untuknya," kata Koko bergegas pergi.
"Tunggu!" cegah induk ayam,"Kalau begitu bawa ini untukmu dan adikmu.”
Induk ayam memberi Koko setandan pisang yang sudah matang.
"Terima kasih atas kebaikanmu induk ayam," kata Koko sambil menyunggingkan senyum.
Ia segera pulang membawakan buah pisang yang manis dan lezat untuk adiknya.
( Foto nya ambil dari google, belum bisa buat gambar sendiri)
Rabu, 11 Maret 2015
Senja...
Dalam butir tunas bunga seroja..
Matahari kembali ke ufuk dengan manja..
Sang bulan pun bersiap mengisi singgasana raja..
Dan saat kata demi kata mulai tereja..
Merajut cita sekuat baja..
Bergantung hanya kepada Allah saja..
Dan menjadikan Nya sang idola yang kita puja...
Judul: Senja
Oleh : PLA
11 Maret 2015, Kota Kedua
Dalam butir tunas bunga seroja..
Matahari kembali ke ufuk dengan manja..
Sang bulan pun bersiap mengisi singgasana raja..
Dan saat kata demi kata mulai tereja..
Merajut cita sekuat baja..
Bergantung hanya kepada Allah saja..
Dan menjadikan Nya sang idola yang kita puja...
Judul: Senja
Oleh : PLA
11 Maret 2015, Kota Kedua
Selasa, 03 Maret 2015
Cinta...apa itu cinta?entahlah, sudah lama sekali aku tidak bersenyawa dengan kata - kata ini. Bahkan bersinggungan pun enggan. Nah, bagaimana itu definisi cinta?Entahlah, aku juga tidak tau karena setauku cinta tidak bisa di definisikan dengan sederetan kata - kata indah yang membuat seseorang tak mampu berkutik karenanya, setau ku cinta itu hanya bisa di rasakan oleh hati semakin tulus rasa cinta maka semakin dalam bekas yang tertoreh di dalam nya, semakin bersih rasa cinta itu maka semakin bersih auranya yang tak kan pupus oleh senjanya usia bahkan akan terbawa selamanya. Sejauh ini aku hanya tau kalau cinta itu berdasarkan landasan yang salah maka cinta pun tidak akan bertahan lama, karena cinta yang benar itu bersenyawa dengan aras ikhlas, ber sabar dengan aturan yang benar dan menjadikan orang yang kita cinta tetap menjadi pribadi yang di penuhi dengan ke ridhoan Nya...Eh, kok jadi agak panjang ya, padahal hanya ingin nulis sedikit aja...smile emotikon
Hari ini ceritanya lagi diskusi yang ada hubungannya dengan cinta,
daripada status fb ku kosong makanya tak tulis saja, kalau ada yang mau
protes atau nambahi di persilahkan : -)...Klau di tanya lagi, apa
sekarang aku mulai merasakan cinta?Entahlah, aku juga ga tau...karena
hanya hati yang bisa menjawabnya....( Hehe..Lebay.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
UJIAN MEMBAWA BERKAH
Mulai belajar mencintai tanaman. Menanam dan merawatnya. Mungkin ini adalah kesibukan baruku. Berawal saat covid melanda hingga sekarang. ...
-
Sepenggal Puisi Untuk Husna #30HariMenulis# Hari ke-3 Kau hadir membawa selaksa semangat untuk Bunda Kau sahabat kecil yang menjadi sepa...
-
Salah satu pemandangan taman bunga yang indah, aku tidak tau tepat nya lokasi taman bunga ini karena aku hanya googling saja dan lupa mel...
-
FORUM ANAK REMBANG (FAR) Pada hari ini Sabtu 14 Juli 2018 Forum Anak Kabupaten Rembang melaksanakan kegiatan Penguatan Forum A...


