Senin, 23 Februari 2015
Indah nya Taman Bunga
Salah satu pemandangan taman bunga yang indah, aku tidak tau tepat nya lokasi taman bunga ini karena aku hanya googling saja dan lupa melihat lokasinya. Tapi terlepas dari itu aku sangat takjub melihat keindahan taman bunga ini dengan air terjun serta air sungai yang mengalir bening di bawahnya. Nikmat mana kah yang kamu dustakan? Demikian petikan ayat yang ada dalam Qur'an surat Ar -Rahman. Ini adalah salah satu dari banyak keindahan taman di dunia, pernah kah kita berfikir bahwa seindah apakah nanti taman Bunga yang ada di Surga???????? Sungguh, pikiran dan akal kita tak bisa menjangkau jauh ke sana pasti keindahannya sangat luar biasa. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana cara kita bisa mendapatkan dan menikmati keindahan taman bunga di surga dengan penuh keridhoan Nya.
Filoso[i Menyapu
Pagi Tadi sebelum berangkat, seperti biasa aku dapat jatah rutin untuk membersihkan rumah. Hanya menyapu saja tidak pakai mengepel lantai. Karena aku termasuk malas dengan pekerjaan mengepel..:-)...Entah kenapa sambil menyapu pikiran ku terbersit sesuatu, kalau boleh aku istilahkan adalah tentang filosopi menyapu. Tiba - tiba saja aku membayangkan bahwa rumah hampir setiap hari di sapu sampai terlihat licin, tak hanya itu saja bahkan di pel dengan pewangi sehingga terlihat lebih kinclong, wangi dan tanpa kuman seperti iklan di TV. Lalu, aku pun berhenti sejenak memikirkan sesuatu. Angan ku pun serasa melayang dan aku pun terpaku di pojok ruangan. Serasa hati ku mendidih, bibir ku pun kelu. Serasa jiwa ku memaki dan menceramahi aku dan aku pun tidak bisa ngeles atau pun membantah apa yang ia sampaikan.
Ia pun berkata," jika rumah saja di sapu tiap hari bahkan di pel sampai licin, sudah kah kau juga menyapu hati mu yang berdebu?sudahkah kau juga membuatnya kinclong tanpa kuman sebagaimana lantai ruumah mu? Sudah kah kau membuat hati mu mengkilap kembali sebagaimana fitrah mu terlahir di dunia ini? Apa hanya lantai saja yang terus kau bersihkan? Hati mu jauh lebih utama yang harus kau rawat setiap saat, pikirkan lah itu, berbenah lah, rawatlah hatimu, bersihkan ia dari segala debu yang menempel dan membuatnya bernoda, sapulah ia dengan istiqfar setiap saat, bilas lah ia dengan sabun sabar, ikhlas dan ridho atas semua yang telah terjadi yang telah menjadi jatah hidup mu"
Serasa merinding aku mendengar segala yang di ucapkannya, mata ku hampir berkaca - kaca, lalu lamunan ku terpecah saat ada suara merdu memanggil ku" Bunda lagi apa?kok diem bun?", itu suara bidadari kecil ku yang memecah lamunan ku, aku pun tersenyum simpul dan melanjutkan menyapu sampai selesai dan di bantu Bidadari kecil ku yang selalu ingin membantu kegiatan bundanya..
Selasa, 17 Februari 2015

Urusan perasaan itu sejatinya sederhana..Kita sendirilah yg membuat rumit..jk memang terlihat rumit,bertele tele,ruwet..sudah lupakan saja,dan tinggal kita ganti progam di chanel lain didalam perasaan kita.chanel yg bikin rumit kita lupakan dulu, biarlah angin dan sang wkt yang akan menerbangkan dan menormalkan kembali siarannya..
ANAK MU BUKAN ANAK MU
“Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
“Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.
Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.
Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan
tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap”.
#Puisi Kahlil Gibran dalam "Anakmu bukan anakmu
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.
Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.
Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan
tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap”.
#Puisi Kahlil Gibran dalam "Anakmu bukan anakmu
Senin, 16 Februari 2015
Kisah Malam
Ku tuliskan kisah malamku yang terasa sendu seiring ku dengar cakap sang angin yang membawa kabut dan mendung untuk menutup cerahnya langit..Langit pun berkata"angin, jangan kau tutup kecerahan ku hari ini, aku ingin tetap cerah hari ini, aku tak ingin menumpahkan airmataku lagi ke bumi karena sudah beberapa malam airmataku tumpah ke bumi...aku mohon, hentikan!Biarkan malam ini keceriaan itu hadir meski tak ada sang bintang atau bulan yang menemaniku...hari ini aku sudah lelah untuk menangis lagi..", Sang angin pun merasa iba dan tak tau harus bagaimana,ia dilema,ia tak mungkin menginkari titah Tuhannnya..."bagaimana ini"gumam sang angin lirih dan nyaris tak terdengar...Sang Langit pun merasa iba dengan sahabatnya itu, lalu ia pun berkata"Sahjabatku angin...laksanakanlah titah tuhan mu dan Tuhan ku...aku rela jika malam ini aku harus menangis lagi asal ini akan membuat Tuhan kita ridho kepada kita...meski jujur, aku cukup lelah hari ini", angin pun berkata"Terima kasih sahabatku...maafkan aku,jika aku telah membuatmu sedih, aku akan meminta kepada Tuhan semoga malam besok aku bisa melihat keseriaan mu bersam sang bulan dan Bintang yang akan menghapus sepi mu..."...Berlahan butir2 kristal putih pun jatuh membasahi sang Bumi...Tak kuasa sang angin melihatnya"Biarkan ku tutup mataku, karena aku tak kuasa melihat tangismu malam ini..."
Bait - bait ku
Sketsa sketsa karya yg tercipta
Oleh tangan-tangan sang pecinta
Akan slalu terkenang disemesta
Karena tlusnya ia menebar Cinta
Oleh tangan-tangan sang pecinta
Akan slalu terkenang disemesta
Karena tlusnya ia menebar Cinta
Langganan:
Postingan (Atom)
UJIAN MEMBAWA BERKAH
Mulai belajar mencintai tanaman. Menanam dan merawatnya. Mungkin ini adalah kesibukan baruku. Berawal saat covid melanda hingga sekarang. ...
-
Sepenggal Puisi Untuk Husna #30HariMenulis# Hari ke-3 Kau hadir membawa selaksa semangat untuk Bunda Kau sahabat kecil yang menjadi sepa...
-
Salah satu pemandangan taman bunga yang indah, aku tidak tau tepat nya lokasi taman bunga ini karena aku hanya googling saja dan lupa mel...
-
FORUM ANAK REMBANG (FAR) Pada hari ini Sabtu 14 Juli 2018 Forum Anak Kabupaten Rembang melaksanakan kegiatan Penguatan Forum A...
