Kamis, 14 Mei 2015

ULAT BULU DAN LEBAH



ULAT BULU DAN LEBAH
OLEH PUJI LESTARI AZZAHRA
            Wiiiiingggg....”Suara Bio si lebah cerewet.” Gumam pino si ulat bulu. Ia malas sekali ketika ada si lebah cerewet yang datang pada setangkai bunga tempat ia bersantai. Ia paling malas kalau diceramahi disuruh banyak makan. Karena badannya sudah terasa gendut. Ia malu di ejek teman-temanya. Apalagi sekarang ia dapat julukan si gendut berbulu lebat dan lamban berjalan.
            Ia pun pura-pura tertidur. Ia membiarkan Bio hinggap di mahkota bunga cantik itu.
            “ Hai, Pino,” sapa Bio.
            “ Malas sekali kau, jam segini masih tidur.” Ia mendekatkan dirinya pada Pino.
            Pino pun jengkel. Ia bergerak pindah ke bawah dahan. Bio pun mengikuti Pino.
            “ Pin, janganlah kau marah. Ayo makan. Jangan pantang makan dan tidur terus.” Kata Bio. Ia pun hinggap di bunga Mawar yang sudah nampak mekar penuh.
            “ Apa urusanmu!” Jawab Pino sewot.
            “ Pin, aku kan temanmu. Aku ga mau kamu sakit gara-gara diet gak mau makan.” Jawab Bio di atas mekarnya bunga mawar.
            “ Aku bersyukur kalau ulat jelek itu ga mau makan. Daun-daunku jadi utuh semua. Biarkan aja. Dia juga sudah gendut kok. Dengan dia tidak makan, itu sangat menguntungkan bagiku.” Celetuk Mawar.
            Pino hanya diam tidak menyahut. Dari kejauhan terlihat Polo si ulat tanpa bulu naik di dahan bunga matahari. Letaknya tak jauh dari tempat Pino menempelkan badannya. Ulat itu terlihat sangat lapar. Ia pun mulai melahap daun-daun bunga matahari itu. Ia juga bertubuh gemuk. Tampaknya ia makan banyak. Kemudian mulai tertidur di ujung dahan dekat daun yang telah dimakannya. Tampaknya ia juga tak mau menyapa Pino. Apalagi Lebah.
            “ Tu, lihat temanmu. Meski gendut, dia tetep makan kok.” Ucap Bio sambil berlalu meninggalkan Pino yang hanya terdiam tanpa kata.
            Pino pun tidak menghiraukan kata-kata Bio. Pokoknya ia ingin kembali langsing.Ia tidak mau di ejek-ejek lagi. Dia memutuskan untuk puasa tidak makan sampai ia langsing kembali.
            Hari demi hari berganti. Sampai sudah beberapa minggu. Ia melihat temannya sudah berubah menjadi kepompong. Ia juga merasakan perubahan tubuhnya. Ia terlihat kurus. Perutnya juga terasa lapar. Tapi, Ia tak bisa berbuat apa-apa. Karena tubuhnya juga sudah mulai berubah menjadi kepompong.
            Pino pun terbangun. Ia tidak tahu sudah berapa lama ia tertidur selama menjadi kepongpong. Sekarang tubuhnya sudah berubah. Ia punya sayap yang kecil. Warna juga tidak menarik. Ia juga tidak bisa terbang tinggi seperti yang lain. Ia melihat si ulat tanpa bulu sudah berubah menjadi kupu-kupu cantik dengan sayap lebar dan warna-warni. Tubuhnya juga gendut tapi tetap cantik serta gesit.
            Ia hanya bisa terbang rendah. Badannya juga kecil. Ia pun menyesal tidak mendengarkan pesan Bio. Ia sekarang hanya bisa menerima nasibnya menjadi kupu-kupu yang kecil dengan sayap-sayap yang tidak sempurna.

Minggu, 12 April 2015

IMPIANKU PENYEMANGATKU "Casa Elana for IHB Post Challenge

IMPIANKU PENYEMANGATKU

Mimpi adalah penyemangatku dalam menjalani sisa usia yang masih dikaruniakan Allah untukku. Masih ingat di tahun 2010 aku menulis mimpiku bisa melanjutkan S1 dengan hasil jerih payah sendiri dan tidak merepotkan orang tua. Alhamdulillah di tahun 2012 aku bisa melanjutkan SI di STIKES CENDEKIA UTAMA Kudus dari D3 Keperawatan ke S1 Keperawatan. Berharap mimpi-mimpi yang lain bisa terwujud.
Mimpi juga merupakan cambuk untuk lepas dari kemalasan dan bergerak maju menggapai cita-cita.
Alhamdulillah Iidonesian Hijab Blogger memfasilitasi dan menambah semangat para pemilik mimpi untuk lebih bersemangat meraih mimpinya yang bekerja sama dengan Casa Elana dengan mengadakan Blog Challenge April dengan tema "5 IMPIAN UNTUK 5 TAHUN". Langsung saja 5 impian terbesarku adalah ...
1. Mempunyai Taman Baca Anak
    Ini Impianku dalam waktu setahun ini. Aku ingin membuat sanggar taman baca anak yang akan aktif di hari minggu di saat anak-anak libur sekolah. Rencananya di hari minggu itu, anak-anak bisa memaksimalkan liburannya untuk membaca dan akan aku agendakan dengan kegiatan mendongeng serta aktifitas melukis atau mewarnai anak. Karena mendongeng atau bercerita menjadi salah satu kegiatan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral ke anak. Desaku termasuk daerah pelosok. Susah untuk mendapatkan akses buku-buku yang menarik. Selain itu budaya membaca anak-anak disisni juga cukup memprihatinkan. Nah, oleh karena itu aku ingin sekali sanggar taman baca anak ini bisa terealisasi segera.

2. Menjadi Penulis
    Ini salah satu mimpi yang belum terwujud. Karena bingung juga untuk memulai. Tapi, di tahun ini aku sudah mulai mencoba untuk mengawali dengan konsen untuk membuat cerita anak dan cerita fabel. Baru latihan sich dan fokus untuk terus belajar nulis. Harapannya aku bisa nerbitin buku. Buku yang menginspirasi dan menjadi sumber kebaikan.

3. Menikah
    Impian yang ini semoga tahun ini atau tahun depan bisa terwujud. Bisa membina cinta yang halal. Bersama di dunia dan di syurga bersama pasangan hidup

4.Mempunyai penghasilan per bulan di atas 10 Juta
    Malu juga nyantumin ini, tapi gak papa lah ya .... hehe. Karena menurutku ini penting agar aku bisa berbuat banyak hal. bisa membantu keluarga dan orang lain lebih banyak. Mimpi yang ini juga menjadi penunjang terwujudnya mimpi-mimpi yang lain. Tentunya juga bisa beli produk-produk Casa Elana lebih banyak, hehe...

5. Haji atau umroh bersama orang tua dan suami
    Pergi ke rumah Allah menjadi cita-cita terbesarku. Apalagi bisa berangkat bersama orang tua dan suami. Semoga bisa terwujud di 5 tahun ke depan.
Mohon doanya ya teman-teman, karean salah satu doa yang mustajab adalah doa saudara yang tidak diketahui oleh saudaranya ....

Demikian mimpiku di 5 tahun ke depan, semoga bisa terwujud semuanya. Semoga teman-teman pembaca juga ya....Ayo yang belum ikutan Indonesian Hijab Blogger segera daftar dan ikutan ya...dijamin banyak manfaatnya, bisa termotivasi untuk nge-blog dan awal untuk berlatih menjadi penulis lho...

Notes: Tulisan ini dalam rangka ikutan Casa Elana For IHB Post Challenge,
www.casaelana-shop.com

indonesian-hijabblogger.com/2015/04/casa-elana-for-ihb-blog-post-challenge/

Selasa, 24 Maret 2015

Kado Buat Kak Zahra

Kado Buat Kak Zahra
Oleh Puji Lestari

Zahra duduk termenung di teras rumah. Pagi itu dia ngambek tidak mau berangkat sekolah. Zahra masih TK kecil, umurnya belum genap lima tahun. Zahra tinggal bersama Bunda, Ayah, dan adik tirinya di rumah yang sederhana. Meski Ayah bukan ayah kandungnya, Zahra tetap mendapat kasih sayang yang utuh.

Entah kenapa pagi itu Zahra merasa sedih. Tata, adik tirinya, sedang demam. Badannya menggigil sejak malam hingga pagi ini. Jadi perhatian Ayah dan Bunda tercurah kepada adiknya.

Tadi pagi Bunda dan Ayah membawa adiknya ke dokter. Mereka tidak ingat kalau hari ini Zahra ulang tahun. Ayah dan bunda pergi tanpa mengucapkan dan menjanjikan apapun kepada Zahra.

Tiba- tiba air mata Zahra menetes. Ia sampai tak sadar kalau nenek sudah ada disampingnya.

"Zahra, ayo sekolah, Nak. Sudah jam tujuh lho. Ayo mandi. Biar Nenek antar ke sekolah," ucap Nenek sambil membelai wajah Zahra. Zahra tak berkata apa-apa, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Nek, Bunda tidak sayang lagi padaku ya?" tanya Zahra sambil terisak dan memeluk Nenek.

"Bunda tidak mengucapkan ulang tahun untukku, Nek. Biasanya sebelum Zahra bangun, Bunda sudah membisikkan ucapan selamat ke telinga Zahra," lanjut Zahra. Tangisnya bertambah keras.

Nenek memeluk Zahra. Zahra pasti sedang cemburu pada adiknya.
"Zahra anak sholihah, Bunda tidak lupa. Mungkin hanya belum sempat karena sedang mengurusi Tata yang demam. Zahra jangan menangis lagi ya," ujar Nenek sambil memeluk Zahra.

"Sekarang sekolah, yuk! Kalau sedih terus cantiknya hilang lho," goda Nenek sambil memencet hidung mancung Zahra. Zahra pun tersenyum dan menganggukkan kepala.

Sementara itu di klinik dokter, Tata sudah diperiksa dan diberi obat. Tata yang lemas hanya diam sama dalam gendongan Bunda.

"Bun, kata Kak Zahra, hari ini ulang tahunnya. Tata minta uang untuk belikan boneka buat kak Zahra. Kak Zahra pengen boneka hello kitty yang besar. Boleh ya, Bun," bisik Tata sambil menata penuh harap kepada Ayah dan Bunda.

"Tentu saja boleh. Nanti kita beli sama-sama ya," jawab Ayah sambil mencium kening Tata. Bunda yang terharu, ikut mencium Tata.

Sepulang sekolah, Zahra melukis di rumah. Melukis adalah hobi Zahra. Saking asyiknya melukis, Zahra sampai tidak menyadari kalau Ayah, Bunda dan Tata sudah pulang.

Diam-diam, Ayah masuk ke kamar Zahra. Ayah menutup wajah Zahra dari belakang, "Selamat ulang tahun Zahra, putri Ayah yang cantik. Maaf ya, Ayah telat mengucapkannya," bisik Ayah, lirih.

Zahra pun berbalik dan memeluk Ayah. Bunda dan Tata menyusul mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

"Kak, selamat ulang tahun ya. Semoga Kakak makin sholihah. Ini boneka hello kitty buat kakak," ucap Tata sambil memberikan bungkusan kado kepada Zahra.

"Ayah, Bunda, Dek Tata, terimakasih ya. Zahra juga minta maaf karena Zahra kira semua lupa dengan ulang tahun Zahra," ucap Zahra dengan mata berkaca-kaca.

"Kami tidak lupa kok. Malah tadi Dek Tata juga mengingatkan. Semua sayang Kak Zahra. Iya kan?" ucap Bunda disambut anggukan Ayah dan Tata. Mereka lalu berebutan memeluk Zahra. Zahra gembira sekali.

Sabtu, 14 Maret 2015

Ayam dan Kera yang Baik Hati




Ayam dan Kera yang Baik Hati

Suatu pagi, dua ekor kera kakak ber adik berjalan di tengah hutan. Setelah berjalan cukup jauh, tiba - tiba Kiko si adik berkata, "Kak, aku lapar. Perutku sudah bunyi dari tadi,"

"Kalau begitu kamu tunggu di sini, Ko. Jangan kemana - mana ya,” jawab Koko sang kakak.

Koko pun pergi mencari makanan untuk sarapan mereka berdua. Kiko duduk menunggu di bawah pohon besar. Wajahnya sudah tampak pucat.

Di tengan perjalanan, Koko bertemu dengan seekor ayam kecil yang sedang menangis. Koko mendekati anak ayam itu.

"Kenapa menangis ayam kecil?” tanya Koko.

“Aku kehilangan indukku. Tadi sewaktu kami berjalan-jalan mencari makan, tiba-tiba ada seekor burung elang yang mau memangsa kami. Aku berlari ketakutan lalu terpisah dari indukku," jawab anak ayam yang bernama Acil sambil terisak.

Koko merasa iba melihatnya. "Mari aku bantu menemukan indukmu," kata Koko.

Acil mengangguk. Koko dan Acil menyusuri jalan yang tadi dilewati bersama Acil, induk, dan saudara-saudaranya.

Tepat di tepi sungai yang tak jauh dari tempat Acil dan Koko berada, ada induk ayam memanggil-manggil anaknya yang hilang. Suara induk ayam itu terdengar oleh Koko dan Acil.

"Kau dengan suara Cil?" tanya Koko.

"Iya, itu suara ibuku. Ayo kita ke sana," kata Acil dengan wajah berbinar. Ia berlari mendekati suara induknya.

Saat melihat induknya, Acil berteriak, " Ibu ... aku di sini!"

Induk ayam membalikkan tubuhnya ke arah suara yang memanggilnya. Belum tersadar dari rasa kagetnya, Acil sudah menubruk tubuh induknya itu. Mereka pun berpelukan.

"Ibu, tadi aku diantar oleh Koko Kera. Dia menolongku menemukan Ibu," kata Acil.

"Terima kasih Koko, kau sudah membantu dan menyelamatkan anakku, " ucap induk ayam.

"Sama-sama. Aku permisi dulu. Adikku yang lapar sedang menungguku. Aku belum menemukan satu makanan pun untuknya," kata Koko bergegas pergi.

"Tunggu!" cegah induk ayam,"Kalau begitu bawa ini untukmu dan adikmu.”

Induk ayam memberi Koko setandan pisang yang sudah matang.

"Terima kasih atas kebaikanmu induk ayam," kata Koko sambil menyunggingkan senyum.

Ia segera pulang membawakan buah pisang yang manis dan lezat untuk adiknya.


( Foto nya ambil dari google, belum bisa buat gambar sendiri)

Rabu, 11 Maret 2015


Senja...
Dalam butir tunas bunga seroja..
Matahari kembali ke ufuk dengan manja..
Sang bulan pun bersiap mengisi singgasana raja..
Dan saat kata demi kata mulai tereja..
Merajut cita sekuat baja..
Bergantung hanya kepada Allah saja..
Dan menjadikan Nya sang idola yang kita puja...
Judul: Senja
Oleh : PLA
11 Maret 2015, Kota Kedua
Mawar...
Saat semua telah hambar...
radar hati pun berpendar..
jiwa berkelana tanpa arah edar..
maka saatnya kembali kepada Sang Maha Akbar..
meminta kembali obat penawar..
agar jiwa kembali segar..

UJIAN MEMBAWA BERKAH

  Mulai belajar mencintai tanaman. Menanam dan merawatnya. Mungkin ini adalah kesibukan baruku. Berawal saat covid melanda hingga sekarang. ...